Friday, October 17, 2014

Candi Sambisari

Kompleks Candi Sambisari

Kalau kamu suka mengunjungi historical site, Sleman adalah daerah yang tepat untuk itu. Di daerah sleman terdapat banyak Candi, dari yang terkenal seperti Candi Prambanan, Candi Ratu Boko, Hingga candi-candi yang bisa dibilang kurang terkenal seperti Candi Ijo. Salah satu candi yang kurang terkenal adalah Candi Sambisari. Candi ini terletak di dusun Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman, kurang lebih 2.5 km utara jalan Jogja-Solo. Ingin tahu lebih tepatnya, klik di sini.

Dulu candi ini terletak di bawah per-mukaan tanah, kemudian digali. Kalau tidak salah penemunya adalah seorang petani. Jadi posisi kompleks candi lebih rendah dari permukaan tanah sekitarnya. Kompleks Candi Sambisari terdiri atas satu candi utama dan tiga candi pendamping di depannya. candi pendamping yang paling selatan kondisinya paling rusak dibanding dua candi pendamping yang lain.

Candi Utama
Saya mengunjungi candi ini setelah pulang kerja, waktu itu hari sabtu. Jadi saya pulang lebih awal, pukul 14.30, sehingga saya jadi punya waktu untuk mengunjungi Candi Sambisari. Saya tahu tentang candi ini atas rekomendasi dari teman, katanya bagus candinya. Jadilah saya hunting foto ke Candi Sambisari.

Sampai di lokasi, waktu itu sekitar pukul 15.30 WIB. Saya sempatkan keliling dulu sebentar melihat-lihat sambil mem-bayangkan kira-kira mau motret dari posisi sebelah mana. Waktu itu langit cerah sehingga birunya langit bisa lebih menawan dengan bantuan filter CPL-D. Saat mengambil foto ini, saya memakai program manual. Saya sempat mengambil 30 an foto. Dan dua foto inilah yang menjadi favorit saya sehingga menurut saya layak tampil di blog ini.

Foto ini diambil menggunakan kamera Nikon D3100 dipadu dengan lensa AF-S Nikkor 16-85mm f/3.5-4 ditambah filter CPL-D buatan Marumi.

Thursday, October 16, 2014

Menghisap Nektar

Mneghisap Nektar

Another picture I can't have a good title. Apa ya judul yang kira enak dan tepat mendeskripsikan gambar di samping? Ada saran? Hehe... Pokoknya ini fotonya. Aku kasih judulnya "Menghisap Nektar" kalau nggak setuju silahkan diganti sendiri, hehehe... 



Foto ini, sama foto "Kepiting Pantai" itu mau ku ikutkan sebuah lomba fotografi alam liar. Yang ngadain Taman Safari dan NatGeo. Level internasional coy! Aku tau bakal kalah, tapi tetep pengen ikut aja. Penasaran seberapa "dilihat"-kah karyaku di kancah fotografi internasional? Hehehe... Cuman akhirnya nggak jadi ikut soalnya aku terlambat mau submit. Jadi waktu itu kurang 2 hari batas pengiriman karya habis aku baru mau ngirim. Cari ekspedisi pengiriman barang nggak ada yang bisa menjanjikan 1 hari sampai dari Timika ke Jakarta. Keliling Timika semua sama saja, paling cepat 3 hari kalau normal. Padahal waktu itu salah satu penerbangan lagi bermasalah sama bandara Timika, dan itu mempengaruhi pengiriman barang. Bisa jadi satu minggu baru sampai mereka bilang. Ya udah deh, daripada mubadzir nggak bakal bisa ikut mending foto yang sudah ku cetak ku tempel di dinding ruang depan rumah kosku di Timika. Ini juga jadi favorit tamu-tamu yang datang karena bisa "bokeh" banget. Hehehe B-)

Imron - Wulan: Post Wedding

Imron & Wulan

Duuuuh.. dah lama banget nggak posting... Ini blog sampai penuh sarang laba-lana... :D Well, this is it, posting foto-foto lagi. Kali ini foto yang saya posting diambil dari nikahan dua sahabat baik saya, Imron dan Wulan.

Biasanya, kalau nikahan yang ada pre-wedding, nah ini malah post wedding. Jadi foto-fotonya malah habis nikah. Hahaha.. Ada-ada saja. Habis sih, permintaan customer jadi fotografer nurut aja.. B-)

Ini adalah pengalaman pertama saya motret nikahan dengan serius. Dan juga pertama kalinya menjadi fotografer utama dalam suatu pernikahan. Grogi, so pasti, capek iya, tapi pengalaman yang tiada duanya menjadikan pemotretan waktu itu worth banget. Karena masih pertama kalinya dan udah grogi duluan, foto aslinya kurang bagus, dan perlu banyak editing. Editing pencahayaan, dan sebagainya tentunya (saya jarang dan hampir tidak pernah editing komposisi, bahkan cuma cropping :D). Dan di antara sekian banyak foto dari nikahan tersebut, foto inilah yang jadi favorit saya, makannya saya pikir foto ini pantas untuk diposting.

Foto ini diambil menggunakan kamera kesayangan, Nikon D3100 dipadu dengan lensa AF-S Nikkor 16-85mm f/3.5-4. Editing software saya pakai ligthroom. Posting ini saya dedikasikan buat mas Imron dan mbak Wulan, semoga jadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warrohmah, serta dikaruniai anak-anak yang sholeh dan sholihah. Aamiin.

Thursday, November 22, 2012

Kepiting Pantai

Kepiting Pantai
Kalau di daerahku namanya jingking. Hewan ini kebanyakan hidup di daerah pantai. Sangat pemalu sama manusia dan mampu berlari cepat dan lincah. Mungkin mottonya "kejarlah daku jikalau bisa". Bila ada manusia maupun hewan lain mendekat, dia langsung lari dan masuk ke dalam lubang persembunyiannya. Hewan ini juga penggali pasir yang handal. 

Yang jelas, butuh kesabaran total buat motret hewan satu ini. Pemalu banget soalnya. Didekati dari jarak sekian mungkin 2 - 3 meter sudah lari. Untuk hewan sekecil itu dengan jarak 2-3 meter bahkan pakai lensa 300mm pun kurang dekat, makannya harus sedekat mungkin motretnya. Sebenarnya ada sih yang besar, cuman jarang terlihat. Dan saat itu kok ya kebetulan sekali nggak ada yang besar. Ada satu, tapi sudah mati. Nggak keren...

Sebenarnya waktu itu nggak sengaja sih cari foto bertema wild-life. Niatnya pergi ke pantai pengen  motret sunrise. Cuman kesiangan dan cuaca pas sunrise agak mendung jadi matahari tertutup awan. Karena belum dapat objek yang manis, cari objek lain dan nemu deh si kepiting.

Awalnya aku menggunakan metode "approach and shoot". Jadi tentukan objek, dekati pelan-pelan dan jepret! Tapi ternyata nggak efektif. Baru didatangi meski pelan pelan tetep aja dia lari. Akhirnya beralih ke metode "wait and shoot" layaknya sniper. Cari kepiting yang sekiranya cukup besar dan ditengarai baru saja masuk ke sebuah lubang, set panjang fokal lensa ke 300mm dan tunggu. Percaya nggak percaya, ada sekitar setengah jam aku nungging-nungging pegang kamera di depan liang kepiting. Masa bodoh dengan orang yang mungkin liat, untungnya nggak banyak orang yang ke pantai pagi itu. 

Terbayarlah aku nungging-nungging selama setengah jam pagi itu. Hasilnya waktu ku cetak dan ku tempel di ruang depan rumah kos di Timika, banyak yang naksir sama foto ini. Lumayan lah... :D

Thursday, November 8, 2012

White Rose

White Rose

Dengan ini jadi ada dua posting dengan subjek utama bunga mawar. Jika yang pertama tidak kudedikasikan untuk seseorang, bunga mawar putih ini kudedikasikan kepada sang kekasih nun jauh di sana. This rose is special for you, Sweetie. Sekuntum bunga mawar berwarna putih yang melambangkan kesucian. :)

Dan saatnya kita bahas behind the scene pengambilan gambar mawar ini. Sebuah mawar putih yang mekar sempurna dengan butiran2 air di atasnya. Awalnya saya langsung saja ambil gambar bunga ini di pagi hari. Posisinya kurang pas. Ganti posisi, masih saja kurang pas. Akhirnya setelah beberapa kali ganti posisi, baru dapat yang cukup bagus. Tapi ada yang kurang, kurang segar. Saya ambil penyemprot burung milik kakak saya yang biasa buat memandikan burung. Saya semprot Bunga dan beberapa daun yang nantinya bakal masuk ke dalam frame. Setelah jepret, masih kurang segar, tambah lagi airnya. Lalu jepret! inilah hasilnya. Lumayan lah... :D